Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Do'a Rasulullah Dibaca Ketika Sujud
Sahabat yang baik
Do'a Rasulullah dibaca ketika sujud
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذَنْبِي كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ وَعَلَانِيَتَهُ وَسِرَّهُ
Ya Allah, ampunilah segala dosaku, baik yang kecil maupun yang besar, yang pertama maupun yang terakhir, yang terlihat maupun yang tersembunyi. (Shahih Muslim, 483)
#aagym #dakwahislam #dakwahtauhid #kajianaagym #doa #sujud
Sumber FB KH. Abdullah Gymnastiar
Doa Menyambut Bulan Suci Ramadhan
✨Marhaban Ya Ramadhan ✨
Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani (w. 360 H) membuat bab khusus dalam Kitâb al-Duâ’ tentang hal ini. Nama babnya adalah al-Qaul ‘Inda Dukhûl Ramadlân (doa/ucapan yang [dibaca] saat memasuki bulan Ramadhan). Berikut doa-doa yang dikumpulkan oleh Imam ath-Thabrani:
أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan
“Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, Kairo: Dar al-Hadits, 2007, hlm. 311).
#RamadhanBersama #KebersamaanAdalahKekuatan #BerbagiKebaikan #RamadhanBulanPenuhBerkah #Ramadan2024 #nuonlinejabar
Sumber FB : NU Online Jabar
Doa-Doa Di Bulan Ramadhan
Doa-Doa Di Bulan Ramadhan Arab dan Terjemahan
#habibabdulqodirbaabud #naamqolbymaak
Sumber Instagram : habib.abdul.qodir.baabud
Niat Menyambut Bulan Ramadhan
Niat Menyambut Bulan Ramadhan
#habibabdulqodirbaabud #naamqolbymaak
Sumber Instagram : habib.abdul.qodir.baabud
Doa saat Terjebak dalam Situasi Sulit
Doa saat Terjebak dalam Situasi Sulit
Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, terkadang ada waktu tertentu yang membuat seseorang terjebak dalam keadaan atau situasi sulit. Entah itu dalam hal urusan pekerjaan, keluarga, dan sebagainya. Bahkan, perencanaan yang sebelumnya dipersiapkan dengan matang pun kadang mengalami kesulitan saat tiba waktunya untuk dilaksanakan.
Adanya kesulitan itu bisa jadi karena pengaruh dari faktor internal, seperti suasana hati yang tidak karuan, pikiran yang tidak menentu, dan semacamnya. Bisa juga karena faktor eksternal, seperti lingkungan yang tidak mendukung, adanya aturan baru dari pihak berwenang, dan sebagainya.
Dalam situasi sulit seperti ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk berdoa memohon kepada Allah agar urusan atau perkara yang sedang dihadapi bisa ditangani dan dijalankan dengan mudah serta tidak ada gangguan yang bisa menghambat urusan tersebut.
Dari sekian banyak doa untuk kemudahan, ada salah satu doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Hal ini sebagaimana diungkap oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar (Beirut: Dar Ibn Hazm, 2004), halaman 238, sebagaimana berikut:
اللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ ما جَعَلْتَهُ سَهْلاً وأنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allâhumma lâ sahla illâ mâ ja‘altahu sahlan wa anta taj‘alul ḫazna idzâ syi’ta sahlan.
Artinya: “Ya Allah tidak ada kemudahan kecuali Engkau jadikan perkara itu menjadi mudah dan Engkau jadikan kesulitan menjadi kemudahan, jika Engkau menghendaki.”
Menurut Imam Nawawi, lafadz “hazn” dalam untaian kalimat doa tersebut diartikan sebagai tanah keras berikut tanaman yang tumbuh di atasnya. Itulah doa saat terjebak dalam situasi sulit atau sedang mengalami kesulitan dalam melakukan suatu perkara.
Dengan wasilah doa ini diharapkan Allah bisa memudahkan semua urusan yang sedang dilaksanakan. Wallahu a‘lam.
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #doa #doanuonline #doayangbaikbaik #doaharian #kemudahan
Sumber FB : NU Online
Doa Saat Kita Dirundung Masalah
Doa Saat Kita Dirundung Masalah
Kita setiap hari menghadapi persoalan atau satu masalah kehidupan dengan berbagai kompleksitas dan intensitasnya. Namun kita sesekali menghadapi persoalan atau satu masalah yang membuat pikiran kita terpaku padanya.
Imam Al-Ghazali menganjurkan kita untuk membaca sebuah doa ketika kita dirundung oleh satu masalah kehidupan tertentu. (Imam Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, [Beirut, Darul Fikr: 2018 M/1439-1440 H], juz I, halaman 409).
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَائُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِي وَنُوْرَ صَدْرِي وَجِلَاءَ غَمِّي وَذَهَابَ حُزْنِي وَهَمِّي
Allāhumma innī ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika. Nāshiyatī bi yadika mādhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qadhā’uka. As’aluka bi kulli ismin huwa laka sammayta bihī nafsaka, wa anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū ahadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ilmil ghaybi ‘indaka, an taj’alal qur’āna rabī‘a qalbī, wa nūra shadrī, wa jilā’a ghammī, wa dzahāba huznī wa hammī.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku hamba-Mu, putra hamba-Mu (laki-laki), putra hamba-Mu (perempuan). Nasibku di tangan-Mu, berlaku padaku ketentuan-Mu, adil padaku putusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama-Mu yang Kau sebut untuk diri-Mu, (nama) yang Kau turunkan dalam kitab-Mu, (nama) yang Kau ajarkan pada segelintir hamba-Mu, atau (nama) yang hanya Kau sendiri yang mengetahuinya dalam pengetahuan ghaib agar Kau menjadikan Al-Qur’an sebagai musim semi (di) hatiku, cahaya batinku, pelenyap kebingunganku, dan penghilang kesedihan serta kebimbanganku.”
Sayyid Muhammad Az-Zabidi dalam Kitab Ithafus Sadatil Muttaqin (Syarah Ihya Ulumiddin) mengatakan, riwayat hadits yang berisi doa ini telah diverifikasi oleh Al-Iraqi. (Az-Zabidi, Ithaf, [Beirut, Muassasatut Tarikh Al-Arabi: 1994 M/1414 H], juz V, halaman 106).
#nahdlatululama #nuonline #nuonline_id #doa #doaharian #doanuonline #doayangbaikbaik #masalah
Sumber FB : NU Online






















